Sudah lebih dari sebulan pasca kecelakaan yang membuat saya ngga bisa kuliah dan ngga lagi punya Mama. sudah lebih dari sebulan dan saya masih ngga bisa menjalankan aktivitas seperti biasa. saya masih harus ditolong kruk untuk berjalan. kaki saya baru bisa ditekuk 100derajat dan kadang-kadang masih kambuh bengkaknya. selain berat juga nyeri.
kadang, ah ngga ding! sering juga saya kangen dengan saya yang dulu yang ngga mikir banyak hal kecuali kuliah. ketika saya sedang lelah, ngga munafik juga kalau sering bertanya-tanya... kenapa segala bencana batin dan fisik ini terjadi justru saat saya merasa segalanya mulai membaik, segalanya mulai berjalan indah... saya mulai menemukan oase harapan dan kebahagiaan dari dalam diri. malah terjadi pada saat semangat kuliah saya sedang tinggi-tingginya.
ngga muna juga, belakangan ini pikiran saya tentang kuliah jadi sesuatu yang semakin membebat erat otak saya... yang semestinya sudah keberatan dibebani sebegitu rupa. melihat status-status facebook teman-teman yang sedang stres ujian ataupun kewalahan ngerjain tugas, saya kangen semua itu. berada di rumah dengan kondisi seperti ini benar-benar nyaris mematikan tawa. niat awal, saya akan masuk kuliah lagi pertengahan bulan november ini. namun dengan berbagai pertimbangan dan saran teman-teman yang mengemukakan kalau saya sebaiknya cuti saja ketimbang semuanya malah jadi makin berantakan dan diluar kemampuan saya.
hari ini saya memutuskan cuti satu semester yang berarti juga memolorkan kelulusan saya selama satu semester. fyuh.. semoga segala kesulitan ini berdampak baik di hari belakang.
segala duka yang menyelimuti rumah masih belum lenyap, pekatnya masih tetap melekat. saya tahu, lebih dari siapapun bahwa saya harus kuat dengan masa transisi ini untuk tetap bertahan dan mensupport semuanya sebisa saya. Papa saya kadang-kadang jika terlalu sedihnya karena kepikiran Mama, terbangun di waktu malam dan menemukan saya yang masih ngetik-ngetik di depan komputer kemudian sering bertanya hal-hal aneh pada saya yang akhirnya membuat saya kepikiran.. dan lumayan merana, misal : "kalau nanti Papa meninggal kira-kira bisa sama-sama lagi sama mamamu ngga ya?"
dengan semua ini, saya jadi sensitif dan lumayan gampang kesal pada orang-orang yang tidak menyadari kondisi saya dan sering menjengkelkan. saya bisa mengerti dan ngga bisa menyalahkan mereka ini yang ngga tau. yang saya masalahkan disini orang-orang yang ngga tau tapi sok tau. tapi saya mohon siapapun yang tidak tau agar bertanya dengan hati-hati jika sudah tau. seperti kapan hari ketika saya disapa YM dengan seorang teman, setelah ngobrol kesana kemari soal kuliah, ngga masuk, kenapa bisa ngga masuk dan sebabnya, tiba pada topik itu kecelakaan. si teman dengan ngga sensitifnya bertanya dgn maksud bercanda : mobilnya yang nabrak ngga apa-apa kan? astagfirullah... tega-teganya dia berkomentar begitu sebelum bertanya lebih lanjut tentang kejadian yang benar-benar mengubah hidup saya itu.
sometimes saya heran dengan banyaknya orang yang sok tau dan kadang itu menyakitkan karena bercandanya lumayan keterlaluan... kekalutan bisa membuat orang gampang marah... bahkan pada yang komen status fb saya yang memberitahu teman-teman kalau saya memutuskan untuk cuti, bukannya ditanya kenapa sebabnya ada aja orang sok tau yang kenal aja ngga kemudian ngasih komen slenge'an : cuti hamil ya?
ada juga orang yang komennya malah sama sekali ngga sopan dengan bilang : sedih ya? nangis aja dipangkuanku (padahal kenal aja ngga, yah kayaknya blogger juga tau lah bates2 kesopanan bercanda orang yang udah kenal banget dan ngga kan?). pokoknya langsung remove untuk orang-orang semacam ini.
Jadi, mohon maaf pada para blogger jika saya sensitif belakangan ini...mohon dimaklumi ya :)








